3 Makanan Khas Malta

3 Makanan Khas Malta

Masakan khas malta biasanya Mediterania karena sangat bergantung pada produk lokal yang tersedia seperti tomat, madu, zaitun dan sayuran lainnya.

Pengaruh kuliner termasuk campuran masakan Sisilia, Perancis, dan Afrika Utara, meskipun pendudukan Inggris juga meninggalkan jejak. penduduk setempat sangat menikmati teh yang disajikan dengan segelas susu.

Ketika memiliki kesempatan untuk singgah di Maltese Island, kurang afdol rasanya bila tidak mencicipi makanan khas Malta. Negara yang kental akan perpaduan unsur budaya Timur Tengah dan Eropa tersebut memiliki banyak kuliner unik yang wajib dicoba.

Berikut ini adalah 3 Makanan Khas Malta, mari kita simak :

1. Pastizzi

Pastizzi adalah makanan ringan khas Malta yang paling populer di kalangan turis. Sekilas makanan ini mirip croissant dengan isiannya ada dua varian, yaitu kacang polong asin atau ricotta asin.

Rasa gurih dan krispinya yang mendominasi langsung terasa disaat gigitan pertama mencoba Pastizzi. Rasa nikmat Pastizzi semakin bertambah jika disantap bersama minuman klasik Kinnie.

baca juga artikel berikut ini : 3 makanan Khas Perancis

Pastizzi sangat mudah ditemukan karena hampir setiap toko makanan yang terletak di setiap sudut desa Malta menjual makanan ringan ini.

Tetapi jika ingin menikmati Pastizzi dengan cita rasa yang begitu lezat dan otentik kamu bisa membelinya di Tas-Serkin atau Crystal Palace yang berlokasi di kota Rabat dan buka selama 24 jam.

2. Timpana

selanjutnya adalah Timpana. Sekilas pandang, bisa jadi Anda mengiranya sebagai macaroni schotel penganan khas Belanda yang dipanggang. Hal itu didasari dari bahan utamanya yang sama, yakni macaroni.

Dari segi rasa pun kurang lebih mirip, gurih. Bedanya, macaroni schotel cenderung bertekstur basah, sedangkan Timpana sangat kering.

Komposisinya terdiri dari macaroni, tomat, daging cincang, telur, dan keju. Semua bahan dicampurkan untuk kemudian dibungkus puff pastry. Adonan dipanggang hingga berwarna cokelat keemasan.

Menu ini umumnya dinikmati ketika Natal tiba, sebagai makanan pembuka sebelum mengonsumsi kalkun. Namun, di luar waktu Natal juga banyak yang menjualnya di toko-toko kue.

 

baca juga artikel berikut ini : 3 Makanan Khas Kroasia

3. Fenkata

Daging kelinci relatif terjangkau selama Abad Pertengahan dan dianggap sebagai ‘daging sapi dari kelas bawah’. Bahkan, kelinci dan kelinci diburu dalam jumlah besar sampai dilarang oleh Knights of St John untuk menjaga sumber daya pulau yang sedikit.

Hidangan ini menjadi populer setelah pencabutan larangan berburu di akhir abad 18, dan hari ini adalah resep kelinci yang mengklaim judul ‘hidangan nasional’.

A fenkata biasanya terdiri dari dua kursus – hidangan pertama akan menjadi mangkuk besar spageti dilemparkan ke dalam keraguan kelinci, anggur dan rempah-rempah.

Hidangan kedua adalah daging kelinci yang dimasak dengan saus yang sama, disajikan dengan kacang polong dan kentang goreng. Salah satu tempat paling otentik untuk dicoba fenkata adalah United Bar di Mgarr (Malta).

Nah itulah 3 makanan khas malta yang wajib kalian coba jika berlibur ke sana, semoga pembahasan kali ini bermanfaat untuk kita semua. terima kasih,