Wisata Ke Jungfraujoch Puncak Eropa Part 3

Jungfraujoch berada di swiss .Kota Interlaken ini menjadi kota penghubung wilayah Jungfrau dengan seluruh wilayah Swiss. Dari kota-kota utama Swiss, seperti Geneva, Bern, Basel, Zurich, St.Gallen, dan Lugano, kota ini bisa ditempuh menggunakan kereta api atau jalur autobahn.

Dari Zurich hanya dibutuhkan waktu 90 menit menggunakan bus menuju Interlaken. Setelah istirahat selama 20 menit, bus bergerak lagi menuju stasiun kereta api Lauterbrunnen. Itu adalah titik terakhir bagi semua jenis mobil, karena setelah itu, perjalanan naik ke puncak gunung hanya bisa ditempuh dengan kereta api khusus beroda gigi (cogwheel).

Melihat rel dengan jalur khusus untuk roda gigi di tengahnya, saya teringat jalur kereta api di jalur Ambarawa-Bedono di Jawa Tengah. Hanya bedanya, jika jalur wisata Ambarawa-Bedono itu hanya dibuka atas pesanan khusus dan menggunakan kereta api uap, jalur kereta api di pegunungan Jungfrau memiliki jadwal perjalanan reguler dan dilayani kereta api listrik.

Perjalanan mendaki pun dimulai dari stasiun Lauterbrunnen (798 m) menuju stasiun Wengernalp (1.873 m) dan berakhir di stasiun Kleine-Scheidegg (2.061 m). Pemandangan yang tersaji sepanjang jalan pun makin dahsyat.

Air terjun berwarna putih jatuh dari lereng pegunungan curam setinggi ratusan meter, menuju hamparan hijau di dasar lembah dengan rumah-rumah yang terlihat makin kecil. Mendekati Kleine-Scheidegg, barisan pegunungan putih Alpen terlihat di depan mata. Salah satu yang paling menakjubkan adalah dinding utara Gunung Eiger yang legendaris, berwarna hitam dengan kemiringan hampir tegak lurus.

Di stasiun ini, rombongan berganti menggunakan kereta api yang lebih khusus lagi untuk melakukan pendakian akhir menuju stasiun Jungfraujoch (3.454 m, stasiun KA tertinggi di Eropa). Yang istimewa dari pendakian akhir ini adalah, sebagian besar perjalanan ditempuh melalui terowongan yang digali menembus formasi batuan granit Gunung Eiger.

baca juga artikel berikut ini : Wisata Ke Jungfraujoch Puncak Eropa Part 2

Selama hampir satu jam kereta api menyusuri terowongan sepanjang 7,3 kilometer dengan dua kali pemberhentian untuk memberi kesempatan penumpang menyesuaikan diri dengan ketinggian. Di dua pemberhentian itu, yakni di stasiun Eigerwand (2.865 m) dan Eismeer (3.160 m, setara dengan puncak Gunung Slamet di Jawa Tengah), terdapat dua jendela besar, yang selain digunakan untuk melihat pemandangan juga menjadi jendela penyelamat bagi para pendaki tebing saat terjadi kecelakaan