Legenda Pesepakbola Lothar Matthaus Part 2

Legenda Pesepakbola Lothar Matthaus Part 2

Pada 1979 Lothar Matthäus bergabung dengan Borussia Mönchengladbach. Satu tahun kemudian ia dipanggil skuat timnas senior Jerman Barat berlaga di Piala Eropa 1980. Ia melakukan debutnya ketika Jerman bertanding melawan Belanda di babak grup.

Namun, menurut pengakuannya, debut yang sesungguhnya baru terjadi pada Piala Dunia 1986. Saat itu Jerman Barat melaju ke final menghadapi Argentina. Oleh Beckenbauer, Matthäus diperintahkan untuk mengawal pergerakan Maradona.

Jerman menyerah dengan skor 3-2. Empat tahun kemudian di Piala Dunia 1990 yang berlangsung di Italia, Matthäus menjadi kapten, dan berhasil membalas dengan mengalahkan Argentina 1-0.

Tak diragukan ini merupakan puncak penampilan sekaligus pencapaian Matthäus. Akan tetapi, reputasi gemilang di lapangan ini dibarengi pula oleh reputasi lain di luar lapangan. Matthäus terkenal sebagai orang yang tak bisa menjaga lidahnya. Itu mengapa meski dikagumi, Matthäus tak pernah menjadi orang yang disukai.

Reputasi itu sudah sedari awal menempel pada Matthäus. Pada 1980, Ribbeck, asisten pelatih Jerman Barat pernah berkomentar mengenai itu.
“Bahkan ketika kami sedang mendiskusikan rencana makan, ia terus nyerocos,” ujarnya seperti dikutip Guardian.

Sebetulnya banyak pemain bola yang suka omong. Salah satunya adalah Johan Cruijff. Namun, yang membedakan Matthäus dengan pemain legendaris Belanda itu adalah isi dari omongannya itu.

Matthäus punya kebiasaan membicarakan hal yang buruk-buruk tentang rekan setimnya dan membocorkan pembicaraan internal tim kepada media. Kebiasaannya ini membuat dirinya bertengkar dengan hampir semua orang.

Salah satu yang terkenal adalah perseteruannya dengan Jurgen Klinsmann dan pelatih Jerman, Berti Vogts. Pertengkaran yang bertahan sampai bertahun-tahun itu terjadi saat Piala Dunia 1994. Saat itu, Jerman terhenti di perempat final setelah obrolan di kamar ganti muncul di tabloid terbesar Jerman, Bild. Hal itu membuat Klinsmann dan Vogts berang.

baca juga artikel berikut ini : Legenda Pesepakbola Lothar Matthaus Part 1

Setelah insiden itu, Klinsmann menjadi kapten tim Jerman menggantikan Matthäus yang mengalami cedera parah usai Piala Dunia 1994. Namun, saat ia hendak kembali tampil pada Piala Eropa 1996.

Matthäus menuduh Klinsmann sengaja menghalang-halangi usahanya tersebut.“Bermain bersama dengannya [Matthäus] sudah tidak mungkin lagi,” ujar Vogts waktu itu sebagaimana dikutip Independent.